• feedjit

  • Puisi

    CINTA

    By : Urip Pratama

    ini ttg kelu kesah ku
    ttg kamu yg ku cintai dlm mihrabku.

    Cinta ini tumbuh
    krn kw sirami rindu
    mekar krn perhatian yg taburi diatasnya

    cinta ini hanya pd mu
    seisi hati cuma kamu

    cinta ini tak kan layu wlw pnas terik
    tak kan gersang wlw kemarau.

    Aku kau dan harapan
    telah menyatu dlm butiran tasbih yg melingkari hati kita.

    Cinta ini ditetesi oleh tinta kesetiaan
    Takkan pudar wlw wktu menghadang.

    Medan, 040211

    DIBALIK MENDUNGNYA HATI

    By : Urip Pratama

    Aku yang selalu diam dalam gelapMU
    Terkadang takut akan kelam yang toreh

    Kucoba tuk cari Zat Rahasia yg katanya tersembunyi
    Namun jiwa terkadang mati dalam malunya hati.

    Lama nian Qalimah ini tak menyentuh sajadahMU
    Atau juga wajah yang kian kelabu,
    Tak terbasuh oleh wudu’MU

    Kucari lagi dalam terang,
    Namun silaunya duniaMU yang kurasakan.

    Hingga kutemuka Engkau diakhir senja,
    Disaat iqamahMU mulai sayu-sayu terdengar,
    Hingga wudu,pun dingin terasa.

    Aku takut jika IsrailMU menghadapku,
    Tapi hati yang terlanjur beku
    Tak kenal basa-basi jika ajal itu telah didepanku.

    Medan,09052010

    PAGI DIHATIMU

    By : Urip Pratama

    terkurung dlm kabud
    hanya mentari yg dapad menuntun aku pada hatimu.
    namun pagi terlalu pagi
    shingga ia tag lepaskan aku menuju hatimu.
    atw mgkin subuh tak kubasuh wajah ini oleh wudu’NYA.
    kw t’lalu baik untug kusinggahi smentara
    terlalu indah kerudung yg membalud kepalamu. .

    hanya bisa diam yg dapad kulakukan
    dan terdiam dlm sajadah usang yg jarang kubentang.

    Dipinggir Jalanan Kota Ini
    Oleh : Urip Pratama

    Dipinggir jalanan kota ini
    Kau teriyaki suara lantangmu
    Diantara hiruknya manusia bermulut besar
    Kau duduk dan mengipasi barang daganganmu
    Dibawah luasnya payung langit.

    Wahai kau wanita tua
    Tetaplah berharap pada hari yang selalu setia menemanimu
    Walau terkadang senja-senjapun enggan menerima kedatanganmu.

    Dipinggir jalanan kota ini
    Kau kunyah sirihmu diantara petugas yang siap dengan pentungannya
    Kau gantungkan rezekimu dibawah sengatan hari dan debu jalanan.

    Dipinggir jalanan kota ini
    Kau menghabiskan waktumu dengan mereka yang bertubuh kekar
    Dengan terotoar jalanan yang sempit.

    Wahai kau wanita tua
    Mungkin kau mengakhiri mengunyah sirihmu
    Dipinggir jalanan kota ini.

    Medan,0907201

    INGIN TAHU LEBIH BANYAK TENTANG PUISI LAINNYA ??

    BACA DISINI

    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s

    %d bloggers like this: