• feedjit

  • TENTANG CERITA ANGIN

    TENTANG CERITA ANGIN

    BY : Urip Pratama

     

    Anginberhembus dicela-cela

    Jerjak jendela kelas

    Menghempas, menerpa raut wajah

    Yang sedari tadi berilusi . . .

     

    Sayu-sayu mata itu,

    Da sedikt tersenyum ketika aku menoleh kearahnya.

     

    Anginpun enggan pergi

    Seakan memberi isyarat

    Jika wajah itu pantas tersentuh olehnya . . .

     

    Mungkinkah esok angin masi berhembus  ?

    Melewati ruang rindu yang berjalan

    Melewati jerjak jendela.

    Asa ini sedikit gelisah, ketika wajah indah tersapu angin, menoleh kearah lain . . . .

     

    “ angin sepoi-sepoi mohon jangan pergi !

    Cobalah tuk sebentar berhembus di ilusinya,

    Menerbangkan ia bersama hayalnya, menyusuri ruang hampa

    Yang tengah ia bangun sendiri.

    Sementara itu, biarkan aku menatap wajahnya dikejauhan

    Melihat rambut lurusnya diterpa olehmu

    Karna mu ia berada di jendela itu, karnamu aku bisa melihatnya

    Jadi harapku kau tetap berhembus . . . .  “

     

    Medan, 10 Feb 2011

     

     

     

     

     

     

     

    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s

    %d bloggers like this: